merintis jurang menggapai harapan

Setinggi-setinggi burung terbanag, pulangya ke sarang jua Sederas-deras air menggalir, ke laut jugalah ia bermuara sejauah-jauh kapal berlayar,akhirnya berlabuh juga di dermaga
       
      Duhai gadis ayu nan jelita
      Sepenggal kisah pelayaran hidupku yanag pahit getir telah banyak dicatat oleh daun-daun nyiur di pantai kesedihan. Dinyayikan oleh ombak yang menghantarkan ratapan.dan dsyairkan kawanan burung camar di atas buih-buih kepiluan. Betapa kisah itu selama ini hanyab diwarnai cucuran piluh dan lelehan air mata.sementara kemuraman dan kesunyian merupakan hal yang paling dihindarai semua pelayar.
Tapi dalam kisah pelayaran hidup ku demikianlah adanya. Tak bisa kuhindari,kujauhui,dan tak bisa kuberpaling lari.
               Sungguh tak pernah kubayangkan.Dalam pelayaran hidupku
yang pahit getir itu tanpa sengaja aku melintasi sebuah pulau hati yang sangat indah, anggun dan bercahaya. pulau itu ditumbuhi rumput harum yang bisa menggobati kesakitan serta buah-buahan yang bisa menawarkan kepahitan. saat itu inggin rasanya aku berlabuh, tapi sayang aku takut jihadku akan tertunda dan berakhir ditengah jalan. maka bagaimana hasrat yang sudah meronta-ronta, kucoba menekanya.jiwa yang gundah gulana, kucoba menghiburnya, sejauh-jauhnya kuberlayar tetapi juga berpaling ke belakang. Dan berbagi macam cara telah kulakukan, tapi cara itu juga yang membawaku ke pangkalan
           Duhai gadis ayun nan jelita !
            Demikianlah yang kualami akhir-akhir ini.


Komentar